Search This Blog

Loading...

14 July 2012

Skripsi Singkat tentang Narkoba di SMA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Setiap manusia Yang Hidup Dalam, Masyarakat tidak Akan pernah Lepas Bahasa Dari KOMUNIKASI. Semenjak bangun tidur manusia secara kodrati senantiasa melakukan suatu KOMUNIKASI. Pengertian KOMUNIKASI ITU Sendiri secara etimologis berasal Bahasa Dari bahasa latin yaitu communicatio, Dan perkataan inisial berasal bahasa Dari kata communis Yang berarti sama yaitu sama makna (Lambang) mengenai suatu hal. 1 Sebagai Contoh, Acute doa orangutan terlibat Dalam, suatu pembicaraan dimana salat satunya menanggapi atau mengerti maksud bahasa Dari pembicaranya. Sehingga, Timbul adanya suatu timbal Balik. Maka, KOMUNIKASI inisial Artikel Baru berjalan BAIK. Sedangkan secara terminologis KOMUNIKASI adalah proses penelaahan penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orangutan Lain BAIK secara verbal (lisan secara) maupun non verbal (simbol-simbol).
KOMUNIKASI dapat terjadi apabila ADA komunikator (orangutan Yang menyampaikan pesan atau INFORMASI) Dan komunikan (orangutan Yang mendapatkan INFORMASI atau pesan). KOMUNIKASI adalah proses imunisasi meliputi penyampaian gagasan, emosi, ketrampilan Dan sebagainya Artikel Baru menggunakan Lambang-Lambang atau kata-kata, GAMBAR, bilangan, Grafik Dan LAIN-LAIN. Lingkungan kegiatan atau proses penelaahan penyampaiannya Biasa dinamakan komunikasi.2 Baru adanya KOMUNIKASI seseorang Akan lebih mudah mendapatkan suatu INFORMASI. Seperti halnya, Artikel Baru diadakannya kampanye anti narkoba Yang dicanangkan oleh pemerintah BAIK secara lisan (Artikel Baru menggunakan bahasa) maupun secara non verbal KOMUNIKASI (menggunakan simbol atau Tanda seperti Lambang). Illustrasi KOMUNIKASI terdapat doa proses imunisasi meliputi yaitu proses imunisasi meliputi KOMUNIKASI secara primer Dan proses penelaahan KOMUNIKASI secara sekunder.3
Proses imunisasi meliputi KOMUNIKASI secara primer adalah proses imunisasi meliputi penyampaian Pikiran Dan atau perasaan seseorang kepada orangutan Lain Artikel Baru menggunakan Lambang (simbol) sebagai media. Lambang sebagai media yang primer Illustrasi proses penelaahan KOMUNIKASI adalah bahasa, kial (berkomunikasi melalui Gerakan tubuh seperti mengedipkan mata), isyarat, GAMBAR, warna, Dan sebagainya, Yang secara Langsung "menerjemahkan" Pikiran atau perasaan komunikator kepada komunikan. Sedangkan proses imunisasi meliputi KOMUNIKASI secara sekunder adalah proses penelaahan penyampaian pesan oleh seseorang kepada orangutan Lain Artikel Baru menggunakan Alat atau Sarana sebagai media yang kedua Penghasilan kena pajak memakai Lambang sebagai media yang PERTAMA.
Seorang komunikator menggunakan media yang kedua Illustrasi melancarkan komunikasinya karena komunikan sebagai sasaran berada di klien untuk membuka posisi Yang relatif yang JAUH atau jumlahnya banyak. Selain ITU JUGA, keberhasilan KOMUNIKASI Bukan hanya ditentukan oleh medianya Saja Akan tetapi keberhasilan ditentukan oleh peranan JUGA komunikator sebagai penyampai pesan. Pesan Yang Akan disampaikan ITU hendaknya dapat lebih mengena khalayaknya. Seperti halnya kampanye anti narkoba Yang diselenggarakan di Sekolah-Sekolah salat satunya SMU X. Program inisial difokuskan PADA Anak-anak Remaja terutam a dikalangan Anak-anak Sekolah.
Sebelum membahas tentang kampanye anti narkoba terlebih PT KARYA CIPTA PUTRA membahas tentang kampanye ITU Sendiri. Pengertian kampanye secara UMUM Yang telah dikenal sejak 1940-an years. Kampanye adalah suatu lingkungan kegiatan Yang menampilkan bertitik Tolak untuk membujuk. Kesuksesan suatu kampanye dipengaruhi oleh seberapa banyak pesan kampanye ITU BAIK disebarluaskan melalui media massa sekaligus. Kampanye nihil dapat diterima oleh khalayak atau tida k Tergantung bahasa Dari isi pesan kampanye ITU Sendiri. Banyak JUGA PERSEPSI Yang berbeda-Beda Bahasa Dari khalayak. Oleh karena ITU, para pelaksana kampanye harus menghindari Hal-Hal Yang tidak di inginkan, Yang dimana khalayak nihil berbalik menentang sehingga mereka tidak mengikuti atau menjalankan Akan isi bahasa Dari pesan kampanye nihil. Sering Kali pelaksana kampanye tidak diterima oleh khalayak. Kegagalan seperti ITU kerap Kali terjadi. Baru adanya kegagalan seperti ITU Bukan berarti masalah Yang dikampanyekan tidak dapat terpecahkan, mungkin Pengembangan strategi kampanye nihil Masih kurang tepat sehingga kurang mengena di mata khalayak. 4
Penghasilan kena pajak mengetahui tentang kampanye PENGHASILAN Maka penulis mencoba untuk menjelaskan tentang narkoba. Mungkin di era globalisasi inisial sudah tidak Heran Lagi Artikel Baru adanya narkoba. PENGHASILAN narkoba telah merajalela dimanamana. Narkoba inisial telah diedarkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung Jawab Yang. Sebenarnya mereka Tahu Akan bahayanya narkoba. Akan tetapi, karena tergiur sejumlah CORPORINDO Yang begitu banyak PADA akhirnya para pengedar tidak memperdulikan Lagi Akan bahayanya narkoba. Dan lebih parahnya Lagi, mereka mengedarkannya kepada Generasi Muda BAIK di Sekolah, vehicles, kampus bahkan di jalan-jalan. Oleh karena ITU, sebelum terjerumus narkoba Ke Dalam, sebaiknya, Perlu diketahui terlebih PT KARYA CIPTA PUTRA tentang APA ITU narkoba.
Narkoba singkatan Bahasa Dari Narkotika Dan obatan-obatan terlarang. Istilah narkotika berasal Bahasa Dari bahasa Yunani Narkotikos, Yang berarti menggigil. Ditemukan Kali PERTAMA bahasa Dari substansi-substansi Yang dapat membantu orangutan untuk tidur. Narkotika atau Obat bius Yang bahasa Inggrisnya disebut "narkotic" adalah * Semua BAHAN Obat Yang mempunyai Efek Koperasi Karyawan Bhakti Samudera. PADA awalnya narkotika memiliki khasiat Dan bermanfaat BAGI Ilmu kedokteran. Narkotika kemudian menjadi permasalahan karena akibat penyalahgunaan pemakaian bahasa Dari, sehingga adanya Motivasi Lain untuk dijadikan komoditas ilegal oleh segolongan orangutan-orangutan Yang tidak bertanggung jawab.5
Lebih kurang 30% Penduduk Indonesia adalah Remaja Yang berusia 10 - 24 years. Selain merupakan Potensi Yang Luar Biasa BAGI Company 's name-Company' s name Pembangunan Maka USIA nihil JUGA merupakan sasaran Kedudukan Dalam, penyalahgunaan narkoba. Hal nihil Akan menjadi runyam manakala kitd ketahui bahwa lingkungan kegiatan kejahatan narkoba adala h lingkungan kegiatan Yang tersusun RAPI Dan bersifat internasional hanya beroperasi Artikel Baru Yang SISTEM jaringan Yang Tertutup Dan rahasia.6 Selain ITU JUGA, banyak diantara para Siswa Masih Proforma paham bahayanya Akan nakoba. Sehingga Artikel Baru mudahnya tertipu oleh bujuk Mereka Rayu bahasa Dari orangutan-orangutan Yang tidak bertanggung Jawab. * Menurut Data Direktorat Pembinaan Kesehatan Pemprov Jatim, Dari 400 kasus narkoba di Jatim Yang terjadi selama XXXX, sebanyak 60 persen khususnya di antaranya adalah berusia 15-19 years. Seluruhnya adalah Pelajar SLTP Dan SMU.7
Maka Bahasa Dari ITU, pihak Sekolah mengadakan suatu kampanye untuk memberikan INFORMASI Yang Ulasan Sangat bermanfaat BAGI mereka. Kampanye anti narkoba inisial digalakkan karena adanya fenomena-fenomena Yang telah melibatkan beberapa Remaja bahkan Siswa Sekolah. Pengguna narkoba di Kalangan Siswa SMU di X ternyata cukup banyak Dan ADA Yang berasal bahasa Dari Keluarga Harmonis.
Penyebab Kedudukan Yang memucat dominan Anak SMU terlibat narkoba adalah kepribadian Yang Rapuh. Penegasan ITU dikemukakan Ketua Tim Peneliti Faktor-faktor Penyebab Siswa SMU Mengkonsumsi Narkoba, Lemlit Universitas Putra Bangsa (UPB) Murphy J. Sembiring, SE, M.Si. Berdasarkan penelitian Yang dilakukan PADA month November-Desember XXXX. Bahasa Dari 500 Siswa SMU di X, 85 di antaranya adalah Wanita. Dan * Semua responden Yang diwawancarai adalah pemakai narkoba.8 Mendiknas JUGA mengungkapkan berdasarkan penelitian penyalahgunaan narkoba REVENUES PADA Siswa SMP, SMA, SMK Dan Yang dilakukan melalui tes urine di Tiga kota yaitu DKI Jakarta, Bandung, Denpasar Dan Yang dilakukan oleh Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani Depdiknas bekerjasama Artikel Baru Pusat Laboratorium Terapi dan Rehabilitasi BNN PADA XXXX menunjukkan bahwa bahasa Dari sampel sebanyak 1.155 Siswa terdapat 19 orangutan atau 1,6 persen khususnya diantaranya adalah penyalahguna narkoba.9 Tak jarang bahasa Dari mereka Yang telah meninggal Dunia dikarenakan "overdosis". Selain ITU JUGA * Menurut M. Syamsul Muarif, Program Manajer Hotel Lembaga Studi Pembelajaran untuk Pencerahan (LSP2), Dari 75 penderita positif HIV, 15 persen khususnya di antaranya Kalangan Remaja berusia 15-20 years. Remaja nihil mengidap HIV positif karena menjadi pecandu narkoba. 10 * Menurut Ketua Masyarakat Peduli AIDS Indonesia Zubairi Djoerban PADA years XXXX ADA 50 pasien HIV Baru Dalam, sebulan, Dan 80-90 persennya adalah pengguna narkoba Dan termasuk Siswa Sekolah. Proforma Lagi resiko terkena hepatitis C, penyakit menahun Hati, Kanker Hati Dan Yang Akan berakhir Artikel Baru kematian. 11
Baru adanya Fenomena-fenomena Yang seperti ITU pihak pemerintah Dan Sekolah gencar mengkampanyekan anti narkoba dikalangan Remaja. Disela-sela mengkampanyekan anti narkoba pihak pemerintah JUGA menggunakan Teknik ganjaran (membayar Teknik) 12 yaitu lingkungan kegiatan untuk mempengaruhi orangutan Lain Artikel Baru Cara menjanjikan Hal-Hal Yang menguntungkan atau Yang menjanjikan Harapan. Misalnya, Artikel Baru Cara memberi hadiah BAGI Siswa Yang mengetahui Dan Mampu Artikel Baru segera memberitahukan kepada pihak berwajib atau pihak Sekolah tentang adanya PENJUALAN narkoba Yang distributes dikalangan Siswa Sekolah dilingkungan mereka. Selain Teknik ganjaran (membayar teknik) biasanya JUGA menggunakan Teknik "Pembangkit rasa takut" (Ketakutan membangkitkan), yaitu suatu Cara Yang bersifat menakut-nakuti atau menggambarkan konsekuensi Yang BURUK. Misalnya Artikel Baru Cara memperlihatkan akibat Yang ditimbulkan Acute Siswa menggunakan narkoba.
Untuk mengetahui seberapa Besar pemahaman Siswa terhadap kampanye anti narkoba inisial, Maka diperlukan adanya pertanyaan Yang diajukan kepada Siswa tentang materi Yang telah disajikan oleh narasumber. Sebagai lingkungan kegiatan Yang berupaya untuk mengetahui tingkat keberhasilan (pemahaman) Siswa Illustrasi mencapai tujuan Yang ditetapkan Maka evaluasi REVENUES Belajar memiliki sasaran berupa ranah-ranah Yang terkandung Dalam, tujuan Yang diklasifikasikan menjadi Tiga yaitu rana h kognitif, afektif ranah, ranah psikomotorik Dan. 13
Ranah kognitif berkenaan Artikel Baru REVENUES Belajar intelektual Yang berhubungan Artikel Baru ingatan atau pengenalan terhadap pengetahuan Dan INFORMASI Serta pengembangan ketrampilan intelektual. Ranah afektif berkenaan Artikel Baru SIKAP Yang terdiri Bahasa Dari lima Aspek yaitu Nilai Akhir, jawaban atau Reaksi, PENILAIAN, Organisasi Dan internalisasi. Sedangkan Ranah psikomotorik berkenaan Artikel Baru REVENUES Belajar ketrampilan Dan kemampuan untuk bertindak.
Jadi, Dari pengertian pemahaman Diatas dapat penulis simpulkan bahwa Siswa dapat dikatakan paham apabila Siswa mengerti Serta Mampu untuk menjelaskan Dilaporkan Artikel Baru kata-katanya Sendiri tentang materi Yang telah disampaikan oleh narasumber, bahkan Mampu untuk menerapkan Ke Dalam, kehidupan sehari-Hari BAIK dilingkungan Keluarga, Pelanggan Customers Dan di sekitar Pelanggan Customers Sekolah. Oleh karena ITU, penulis tertarik untuk meneliti Ulasan Sangat sejauhmana Siswa SMU di X paham tentang adanya suatu kampanye anti narkoba.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar Belakang Dan Batasan masalah Yang telah diuraikan sebelumnya, Maka Rumusan masalah penelitian inisial adalah:
1. Adakah pemahaman Siswa-Siswi SMA X terhadap narkoba?.
2. Kalaupun ADA sejauh mana pemahaman Siswa-Siswi SMA X terhadap narkoba?.

B. Tujuan Penelitian
Bertitik Tolak Bahasa Dari Rumusan masalah Diatas, Maka tujuan penelitian bahasa Dari PADA inisial adalah untuk mengetahui ADA atau tidaknya pemahaman tentang narkoba BAGI Siswa Dan Siswi SMU X terhadap kampanye anti narkoba.

C. MANFAAT Penelitian
Adapun MANFAAT penelitian inisial adalah:
1. MANFAAT Teoritis
Guna menambah pengetahuan Dan Wawasan BAGI Peneliti untuk memperkaya pengetahuan tentang narkoba Ilmu Yang diharapkan agar bermanfaat BAGI Generasi Yang Akan Datang.
2. MANFAAT Praktis
Diharapkan Mampu dijadikan masukan BAHAN Dan Pertimbangan BAGI pihak Sekolah untuk meningkatkan Pengawasan terhadap siswanya agar tidak salat langkah Dalam, menyingkapi keberadaan Dan bahayanya narkoba terhadap Siswa-siswanya Yang Berkembang di sekitar lingkungannya.

D. Definisi Operasional
Guna memperjelas arah pembahasan lebih ACLS Serta untuk menguji dugaan Yang mungkin BENAR Dan salat Dalam, penafsiran perumusan masalah, Maka berikut inisial penulis paparkan kajian pengertian kampanye anti narkoba Yang dianggap relevan Artikel Baru maksud Dan tujuan penelitian inisial.
1. Peranan
* Menurut kamus bahasa Indonesia adalah fungsi.14 Dimana maksud peranan inisial adalah bahwa kampanye anti narkoba Ulasan Sangat berfungsi untuk penambahan pemahaman Siswa tentang narkoba.
2. Kampanye
* Menurut kamus bahasa Indonesia adalah serentak mengadakan Gerakan bisik-Gerakan Artikel Baru jalan menyiarkan kabar Angin kampanye. * Menurut Beras Dan Paisley menyebutkan bahwa kampanye adalah keinginan untuk mempengaruhi kepercayaan Dan tingkah laku orangutan Lain Artikel Baru Daya tarik Yang komunikatif.15
3. Anti
* Menurut kamus bahasa Indonesia adalah menolak, Melawan, Dan menentang.16
4. Narkoba
BAHAN sas BAIK secara Alamiah maupun sintetis yaitu narkotika, psikotropika Dan sas adiktif Acute masuk Ke Dalam, tubuh manusia tidak melalui aturan Ke sehatan berpengaruh terhadap Otak PADA susunan Pusat Dan Bila disalahgunakan bertentangan ketentuan Hukum. 17
5. Pemahaman
Pemahaman dapat diartikan menguasai sesuatu Artikel Baru pemikiran. Memahami maksudnya menangkap maknanya adalah tujuan Akhir Bahasa Dari setiap belajar.18
6. Siswa
Murid, terutama PADA tingkat Sekolah Dasar Dan Sekolah Menengah. 19

E. Pembahasan sistematika
Pembahasan inisial terdiri Atas lima bab ANTARA Lain yaitu:
BAB I: Pendahuluan Yang terdiri Atas latar Belakang masalah, Rumusan masalah, tujuan penelitian, MANFAAT penelitian, definisi operasional, sistematika pembahasan Dan.
BAB II: Kajian teoritis berisi tentang peranan kampanye anti narkoba terhadap pemahaman Siswa SMA X.
BAB III: Penelitian menggunakan metoda berisi tentang pendekatan Dan hormone hormon penelitian, obyek penelitian, Teknik pengambilan sampel, variabel Dan Indikator penelitian, Teknik pengumpulan data, analisis secara Teknik data.
BAB IV: Penyajian Data analisis secara Dan Yang berisi tentang Gambaran UMUM obyek penelitian, penyajian data, pengujian hipotesis Dan ana lisis, pembahasan REVENUES penelitian.
BAB V: Penutup Yang berisi tentang kesimpulan Dan Saran-Saran.
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Please double post in this blog is up to you

SILAHKAN COPY PASTE SEPUAS MU

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...