Search This Blog

Loading...

02 November 2012

CARA MUDAH BUDIDAYA PADI


I.  Sejarah Singkat
Beras merupakan makanan sumber karbohidrat yang utama di kebanyakan negara Asia. Negara-negara lain seperti di benua Eropa, Australia dan Amerika mengkonsumsi beras dalam jumlah yang jauh lebih kecil daripada negara Asia. Selain itu jerami padi dapat digunakan sebagai penutup tanah pada suatu usaha tani.

II. SYARAT PERTUMBUHAN
Curah hujan yang baik adalah 200 mm/bulan atau 1500-2000 mm/tahun. Padi dapat ditanam di musim kemarau atau hujan. Pada musim kemarau produksi meningkat asalkan air irigasi selalu tersedia. Di dataran rendah padi memerlukan ketinggian 0-650 m dpl dengan temperatur 22O-27O C sedangkan di dataran tinggi 650-1.500 m dpl dengan temperatur
19O- 23OC, memerlukan penyinaram matahari penuh tanpa naungan.Padi sawah ditanam di tanah berlempung yang berat atau tanah yang memiliki lapisan keras 30 cm di bawah permukaan tanah.Menghendaki tanah lumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm .Keasaman tanah antara pH 4,0-7,0. Pada padi sawah, penggenangan akan mengubah pH tanam menjadi netral (7,0). Pada prinsipnya tanah berkapur dengan pH 8,1-8,2 tidak merusak tanaman padi.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1 Persyaratan Benih
Syarat benih yang baik:Tidak mengandung gabah hampa,  warna gabah sesuai aslinya dan cerah,  bentuk gabah tidak berubah dan sesuai aslinya,  daya perkecambahan 80%.

3.2  Penyiapan Benih
Benih dimasukkan ke dalam karung goni dan direndam 1 malam di dalam air mengalir supaya perkecambahan benih bersamaan. Penyemaian benih untuk satu hektar padi sawah diperlukan 25-40 kg benih. Lahan persemaian dipersiapkan 50 hari sebelum semai. Luas persemaian kira-kira 1/20 dari aeral sawah yang akan ditanami. Lahan persemaian dibuat bedengan sepanjang 500-600 cm, lebar 120 cm dan tinggi 20 cm. Sebelum penyemaian, taburi pupuk urea dan SP-36 masing-masing 10 gram/meter persegi. Benih disemai dengan kerapatan 75 gram/meter persegi.

3.3  Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Persemaian diairi dengan berangsur sampai setinggi 5 cm. Semprotkan pestisida pada hari ke 7 dan taburi pupuk urea 10 gram/meter persegi pada hari ke 10.

3.4  Pemindahan benih
Bibit yang siap dipindahtanamkan ke sawah berumur 25-40 hari, berdaun 5-7 helai, batang bawah besar dan kuat, pertumbuhan seragam, tidak terserang hama dan penyakit.

IV. Pengolahan Lahan Padi Sawah
Bersihkan saluran air dan sawah dari jerami dan rumput liar. Perbaiki pematang serta cangkul sudut petak sawah yang sukar dikerjakan dengan bajak. Bajak sawah untuk membalik tanah dan memasukkan bahan organik yang ada di permukaan. Pembajakan pertama dilakukan pada awal musim tanam dan dibiarkan 2-3 hari setelah itu dilakukan pembajakan ke dua yang disusul oleh pembajakan ketiga 3-5 hari menjelang tanam. Ratakan permukaan tanah sawah, dan hancurkan gumpalan tanah dengan cara menggaru. Permukaan tanah yang rata dapat dibuktikan dengan melihat permukaan air di dalam petak sawah yang merata.

4.1. Teknik Penanaman
4.1.1. Pola Tanam
Pada areal beririgasi, lahan dapat ditanami padi 3 x setahun, tetapi pada sawah tadah hujan harus dilakukan pergiliran tanaman dengan palawija. Pergiliran tanaman ini juga dilakukan pada lahan beririgasi, biasanya setelah satu tahun menanam padi. Untuk meningkatkan produktivitas lahan, seringkali dilakukan tumpang sari dengan tanaman semusim lainnya, misalnya padi gogo dengan jagung atau padi gogo di antara ubi kayu dan kacang tanah. Pada pertanaman padi sawah, tanaman tumpang sari ditanam di pematang sawah, biasanya berupa kacang-kacangan.

4.1.2. Penanaman Padi Sawah
Bibit ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 20 x 20 cm atau  25 x 25 cm,tergantung pada varitas padi, kesuburan tanah dan musim.

4.2 Pemeliharaan Tanaman
4.2.1. Penjarangan dan Penyulaman Penyulaman tanaman yang mati dilakukan paling lama 14 hari setelah tanam. Bibit sulaman harus dari jenis yang sama yang merupakan bibit cadangan pada persemaian bibit.
4.2.2 Penyiangan
Penyiangan dilakukan dengan mencabut rumput-rumput yang dikerjakan sekaligus dengan menggemburkan tanah. Penyiangan dilakukan dua kali yaitu pada saat berumur 3 dan 6 minggu dengan menggunakan landak (alat penyiang mekanis yang berfungsi dengan cara didorong) atau cangkul kecil.

4.2.3 Pengairan
Syarat penggunaan air di sawah:
Air berasal dari sumber air yang telah ditentukan Dinas Pengairan/ Dinas Pertanian dengan aliran air tidak deras.
,air harus bisa menggenangi sawah dengan merata, lubang pemasukkan dan pembuangan air letaknya bersebrangan agar air merata di seluruh lahan,air mengalir membawa lumpur dan kotoran yang diendapkan pada petak sawah. Kotoran berfungsi sebagai pupuk, genangan air harus pada ketinggian yang telah ditentukan. Setelah tanam, sawah dikeringkan 2-3 hari kemudian diairi kembali sedikit demi sedikit. Sejak padi berumur 8 hari genangan air mencapai 5 cm. Pada waktu padi berumur 8-45 hari kedalaman air ditingkatkan menjadi 10 sampai dengan 20 cm. Pada waktu padi mulai berbulir, penggenangan sudah mencapai 20-25 cm, pada waktu padi menguning ketinggian air dikurangi sedikit-demi sedikit.



4.2.4  Pemupukan Padi Sawah
Pupuk kandang 5 ton/ha diberikan ke dalam tanah dua minggu sebelum tanam pada waktu pembajakan tanah sawah. Pupuk anorganik yang dianjurkan Urea=300 kg/ha, SP 36 =75-175 kg/ha dan KCl=50 kg/ha.
Pupuk Urea diberikan 2 kali, yaitu pada 3-4 minggu, 6-8 minggu setelah tanam. Urea disebarkan dan diinjak agar terbenam. Pupuk TSP diberikan satu hari sebelum tanam dengan cara disebarkan dan dibenamkan.Pupuk KCl diberikan 2 kali yaitu pada saat tanam dan saat menjelang keluar malai.

V. Hama, Penyakit dan Gulma
5.1 Hama-hama di Persemaian Basah (untuk padi sawah)
Hama putih (Nymphula depunctalis)
Padi trip (Trips oryzae ), Ulat tentara (Pseudaletia unipuncta, berwarna abu-abu; Spodoptera litura, berwarna coklat hitam; S. exempta, bergaris kuning
Pengendalian: cara mekanis dan insektisida Sevin, Diazenon, Sumithion dan Agrocide.
5.2. Hama - Hama di Sawah
Wereng penyerang batang padi, Walang sangit (Leptocoriza acuta),Kepik hijau (Nezara viridula),Penggerek batang padi Hama tikus (Rattus argentiventer),Burung
5.3. Penyakit
Bercak daun coklat, Blast,penyakit garis coklat daun, Busuk pelepah daun, Penyakit fusarium Penyakit bakteri daun bergaris/Leafstreak penyakit kerdil, penyakit tungro
5.4 Gulma
Gulma yang tumbuh di antara tanaman padi adalah rumput-rumputan seperti rumput teki dan gulma berdaun lebar. Pengendalian dengan cara  mencabut/menyiangi, jarak tanam yang tepat dan penyemprotan herbisida Basagran 50 ML, Difenex 7G, DMA 6 .

VI.  Panen dan Pasca Panen
6.1 Ciri dan Umur Panen
Padi siap panen: 95 % butir sudah menguning, bagian bawah malai masih terdapat sedikit gabah hijau, kadar air gabah 21-26 %, butir hijau rendah.
6.2 Cara Panen
Keringkan sawah 7-10 hari sebelum panen, gunakan sabit tajam untuk memotong pangkal batang, simpan hasil panen di suatu wadah atau tempat yang dialasi.

6.3 Perkiraan Produksi
Dengan penanaman dan pemeliharaan yang intensif, diharapkan produksi mencapai 7 ton/ha. Saat ini hasil yang didapat hanya 4-5 ton/ha.

6.3 Pascapanen
a. Perontokan.
b. Bersihkan gabah dengan cara diayak/ditapi. Kadar kotoran tidak boleh lebih dari 3 %.
c. Jemur gabah selama 3-4 hari selama 3 jam per hari sampai kadar airnya 14 %. Penyimpanan. Gabah dimasukkan ke dalam karung bersih dan jauhkan dari beras karena dapat tertulari hama beras. Gabah siap dibawa ke tempat penggilingan beras (huller).


3 comments:

Please double post in this blog is up to you

SILAHKAN COPY PASTE SEPUAS MU

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...